Thursday, September 6, 2012

Bermimpi ke Syurga - yang Sering Terlupa

Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku serta menunjukkan keadaan di surga.

Kami berjalan memasuki ruang kerja yang penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata,

"Ini adalah Seksi Penerimaan. Di sini permintaan yang ditujukan pada Allah diterima."

Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.

Kemudian, aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang. Lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua.

Malaikat-ku berkata, "Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Di sini kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya."

Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.

Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil.

Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk di sana, hampir tidak melakukan apapun.

"Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih," kata malaikat-ku pelan. Dia tampak malu.

"Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan di sini?" tanyaku.

"Menyedihakan." Malaikat-ku menghela nafas. "Setelah manusia menerima rahmat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih."

"Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas rahmat Tuhan?" tanyaku.

"Sederhana sekali," jawab malaikat. "Cukup berkata Alhamdulillahirabbil'alamin, terima kasih Tuhan."

"Lalu, rahmat apa saja yang perlu kita syukuri?" tanyaku.

Malaikat-ku menjawab, "Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu, dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini."

"Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia."

"Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputermu, engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu."

"Juga, jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan, engkau lebih dirahmati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini."

"Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan yang amat sangat... Maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia."

"Jika engkau dapat menghadiri masjid atau pertemuan religius tanpa ada ketakutan akan penyerangan, penangkapan, penyiksaan, atau kematian. Maka engkau lebih dirahmati daripada 3 milyar orang di dunia."

"Jika orang tuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan, maka engkau termasuk dalam yang sangat jarang."

"Jika engkau menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan."

"Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima rahmat ganda yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya. Dan bahwa engkau lebih dirahmati daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali."

Nikmatilah hari-harimu, hitunglah rahmat yang telah Allah anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua teman-temanmu untuk mengingatkan mereka betapa dirahmati-Nya kita semua."

"Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa: 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu'." (QS. Ibrahim (14) : 7)

Ditujukan pada:
Departemen Pernyatan Terima Kasih
"Terima kasih Allah!! Terima kasih Allah !!
atas anugerah-Mu berupa kemampuan untuk menerjemahkan dan membagi pesan ini,
dan memberikan aku begitu banyak teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi."

NB :
mari sama-sama berkata .. Alhamdulillah ..


sumber gambar: shoair.deviantart.com
repost lama dari note di FB,
di-share kembali untuk pengingat karunia-Nya :')

Belajar dari Kerasnya Hidup Orang Pinggiran

Beberapa hari yang lalu, aku berbincang dengan suami mengenai rezeki keluarga kecil kami. Banyak keinginan-keinginan kami yang belum terpenuhi dan kami saling berambisi untuk mencapainya. Kami merasa apa yang kami dapat sekarang belumlah cukup untuk memenuhi rasa puas kami. Ada rasa sedih disana dan setelah itu aku pun meminta dan terus meminta dalam do'a selepas sholat. Sekarang aku hampir menyesali do'a-do'a yang terucap waktu itu, sungguh.

Ketika waktu maghrib hampir datang, aku menonton sebuah tayangan di televisi. Tayangan ini membuncah hati, mengurai air mata, menahan segala kecewa pada diri sendiri, dan tentu saja membengkak rasa malu ini kepada Sang Pemberi.

Dalam tayangan yang berkisah tentang orang pinggiran itu, diceritakan bahwa ada sebuah keluarga, dimana sang kepala keluarga sedang berbagi kisah perih kehidupan keluarganya. Bapak renta itu harus bekerja sangat keras untuk menghidupi keluarganya. Raga ini mulai bergetar mendengarnya bertutur. Bapak itu bercerita bahwa dalam sehari, untuk mendapat uang Rp 10.000 saja rasanya sulit sekali, bahkan untuk membeli beras setengah kilogram dalam sehari saja sudah sangat bersyukur. Namun, lihatlah, dia masih tetap optimis akan kehidupannya, masih semangat akan selalu bekerja banting tulang demi keluarga tercintanya. Tak tahan air mata ini pun tertumpah sudah.

Yaa Rabb ... malu aku pada-Mu dengan do'a-do'aku siang itu. Aku yang selalu meminta dan meminta, yang selalu ingin kau beri lagi dan lagi dari karuania-Mu itu. Tanpa menyadari, tanpa mengakui, Kau telah memberi aku dan keluarga kecilku ini kecukupun rizki. Malu rasanya tak sempat bersyukur dalam do'a itu, hanya meminta, seolah lupa akan segala karuania-Mu. Ampuni aku Yaa Rabb.

Aku menyadari, bahwa dalam sehari aku dan suami tak sampai kesulitan mendapat beras setengah kilo seperti bapak renta itu. Tak harus banting tulang untuk mencari sepuluh ribu yang justru bagi sebagian orang uang sebesar itu kini tak ada arti. Aku sudah diberi banyak kelimpahan rizki tapi aku lupa berucap syukur pada-Nya. Semoga rekan-rekan yang membaca kisah ini tersadarkan untuk terlebih dulu bersyukur atas segala nikmat yang dilimpahkan-Nya. Untuk terlebih dulu melihat di bawah sana, di pinggiran sana, banyak saudaramu yang lebih keras dalam perjuangannya di dunia ini.

Semoga kita termasuk hamba-Nya yang selalu bersyukur dan tak pernah digolongkan menjadi hamba-Nya yang kufur, aamiin yaa rabbal alamin .. :')



Saturday, September 1, 2012

Ini Rangkaianku untuk Sang Pemerhati Umat


Ada sosok dengan kesepenuh hati kudamba
Ada berbagai ajaran untuk dituruti
Ada banyak cinta disebar
Semua ada karenamu ..

Wahai pemulia segala yang terhinakan
Wahai pencerah segala yang sempat terpadamkan
Wahai pelurus segala yang penuh ketidakpastian
Semua ini karenamu ..

Segala ummat penghuni jagat tak akan ada yang mampu menandingimu
Setengahnya engkau pun tak akan pernah ada
Kemurah-hatianmu,
kesabaranmu di tengah makian dan hinaan,
kesehajaan pesona akhlakmu,
berseri paras dan elok fisikmu,
serta segala yang menyelimuti engkau wahai penggelora nafas Islam

Ah ..
Untaian jalinan kata tak cukup mengurai sepenuhnya dirimu
Aku pun hanya mengenalmu lewat kisah dan untaian ayat cinta-Nya
Tak pernah aku jumpa ..

Tapi rasanya itulah yang menyulut kerinduan ini
Ketiadaan hadirmu kini menjadi alasan
Alasan rindu ingin berjumpa engkau yang selalu mengingat kami, umatmu ..

Maaf jika kesepenuh waktuku tak habis dengan membela ajaranmu
Maaf jika aku tak bisa menjadi semaksimal umat dambaanmu
Aku hanya berusaha
Tertatih pada usahaku membela agama ini yang aku tahu tak semaksimal dirimu

Andai bisa aku bertatap denganmu
Aku kan bercerita banyak hal mengenai carut-marut umatmu kini
Ingin sedih ini kusandarkan pada bidangnya pundakmu
Ingin aku bertanya apa yang perlu aku usahakan
Karena hadir sosokmu pasti membuat segalanya tercerahkan
Setiap umat butuh engkau wahai sosok penuh rahmat Illahi ..
Hadirlah di jamanku ini,
di massa semua selalu abu-abu tanpa kehadiranmu
Wahai penyampai wahyu Illahi
Muhammad kebangganku ..

_by me