Sunday, October 14, 2012

A little side from film The Twilight Saga: New Moon

Tengah malam ini kubuat sebuah sudut pandang from my side. A little side from  film The Twilight Saga: New Moon. Ini bukan resensi atau komentar film, hanya pengambilan hikmah dari sisiku.

Ternyata semua vampir memiliki bakat-bakat khusus. Dan tiap manusia yang "berubah" jadi makhluk itu akan langsung memiliki bakat. Contohnya pemeran utama di film ini, seorang vampir bernama Edward Cullen, bakatnya adalah "mendengar" pikiran orang, bakat yang sangat menarik di kalangan vampir lainnya.
So, what the wisdom from this part?

Vampir ini sama dengan kita para manusia dan semua makhluk ciptaanNya, yang mana? Ya, tentu, bakat-bakat itu. Seperti yang Allah anugerahkan pada tiap makhluk tanpa terkecuali, ya, tanpa terkecuali. Sebut saja, hewan mana yang tidak memiliki keahlian khusus? Tumbuhan mana yang tidak memiliki kemampuan khusus untuk tumbuh? Dan itu termasuk kita, manusia.

Jadi, tak perlu ditulis lagi sepertinya ya? Paham dengan penyampaian sederhana ini?

Jangan pernah menganggap diri sendiri rendah, sadarilah, masing-masing kita hebat dengan bakat. Jikalau ternyata belum menemukannya, carilah dan segera perdalam bakat itu, karena itulah yang membuat kita different from the others n because with that talent, u will know, the real hero is come along with you :)


Thursday, September 6, 2012

Bermimpi ke Syurga - yang Sering Terlupa

Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku serta menunjukkan keadaan di surga.

Kami berjalan memasuki ruang kerja yang penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata,

"Ini adalah Seksi Penerimaan. Di sini permintaan yang ditujukan pada Allah diterima."

Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.

Kemudian, aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang. Lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua.

Malaikat-ku berkata, "Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Di sini kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya."

Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.

Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil.

Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk di sana, hampir tidak melakukan apapun.

"Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih," kata malaikat-ku pelan. Dia tampak malu.

"Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan di sini?" tanyaku.

"Menyedihakan." Malaikat-ku menghela nafas. "Setelah manusia menerima rahmat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih."

"Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas rahmat Tuhan?" tanyaku.

"Sederhana sekali," jawab malaikat. "Cukup berkata Alhamdulillahirabbil'alamin, terima kasih Tuhan."

"Lalu, rahmat apa saja yang perlu kita syukuri?" tanyaku.

Malaikat-ku menjawab, "Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu, dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini."

"Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia."

"Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputermu, engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu."

"Juga, jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan, engkau lebih dirahmati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini."

"Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan yang amat sangat... Maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia."

"Jika engkau dapat menghadiri masjid atau pertemuan religius tanpa ada ketakutan akan penyerangan, penangkapan, penyiksaan, atau kematian. Maka engkau lebih dirahmati daripada 3 milyar orang di dunia."

"Jika orang tuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan, maka engkau termasuk dalam yang sangat jarang."

"Jika engkau menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan."

"Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima rahmat ganda yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya. Dan bahwa engkau lebih dirahmati daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali."

Nikmatilah hari-harimu, hitunglah rahmat yang telah Allah anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua teman-temanmu untuk mengingatkan mereka betapa dirahmati-Nya kita semua."

"Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa: 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu'." (QS. Ibrahim (14) : 7)

Ditujukan pada:
Departemen Pernyatan Terima Kasih
"Terima kasih Allah!! Terima kasih Allah !!
atas anugerah-Mu berupa kemampuan untuk menerjemahkan dan membagi pesan ini,
dan memberikan aku begitu banyak teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi."

NB :
mari sama-sama berkata .. Alhamdulillah ..


sumber gambar: shoair.deviantart.com
repost lama dari note di FB,
di-share kembali untuk pengingat karunia-Nya :')

Belajar dari Kerasnya Hidup Orang Pinggiran

Beberapa hari yang lalu, aku berbincang dengan suami mengenai rezeki keluarga kecil kami. Banyak keinginan-keinginan kami yang belum terpenuhi dan kami saling berambisi untuk mencapainya. Kami merasa apa yang kami dapat sekarang belumlah cukup untuk memenuhi rasa puas kami. Ada rasa sedih disana dan setelah itu aku pun meminta dan terus meminta dalam do'a selepas sholat. Sekarang aku hampir menyesali do'a-do'a yang terucap waktu itu, sungguh.

Ketika waktu maghrib hampir datang, aku menonton sebuah tayangan di televisi. Tayangan ini membuncah hati, mengurai air mata, menahan segala kecewa pada diri sendiri, dan tentu saja membengkak rasa malu ini kepada Sang Pemberi.

Dalam tayangan yang berkisah tentang orang pinggiran itu, diceritakan bahwa ada sebuah keluarga, dimana sang kepala keluarga sedang berbagi kisah perih kehidupan keluarganya. Bapak renta itu harus bekerja sangat keras untuk menghidupi keluarganya. Raga ini mulai bergetar mendengarnya bertutur. Bapak itu bercerita bahwa dalam sehari, untuk mendapat uang Rp 10.000 saja rasanya sulit sekali, bahkan untuk membeli beras setengah kilogram dalam sehari saja sudah sangat bersyukur. Namun, lihatlah, dia masih tetap optimis akan kehidupannya, masih semangat akan selalu bekerja banting tulang demi keluarga tercintanya. Tak tahan air mata ini pun tertumpah sudah.

Yaa Rabb ... malu aku pada-Mu dengan do'a-do'aku siang itu. Aku yang selalu meminta dan meminta, yang selalu ingin kau beri lagi dan lagi dari karuania-Mu itu. Tanpa menyadari, tanpa mengakui, Kau telah memberi aku dan keluarga kecilku ini kecukupun rizki. Malu rasanya tak sempat bersyukur dalam do'a itu, hanya meminta, seolah lupa akan segala karuania-Mu. Ampuni aku Yaa Rabb.

Aku menyadari, bahwa dalam sehari aku dan suami tak sampai kesulitan mendapat beras setengah kilo seperti bapak renta itu. Tak harus banting tulang untuk mencari sepuluh ribu yang justru bagi sebagian orang uang sebesar itu kini tak ada arti. Aku sudah diberi banyak kelimpahan rizki tapi aku lupa berucap syukur pada-Nya. Semoga rekan-rekan yang membaca kisah ini tersadarkan untuk terlebih dulu bersyukur atas segala nikmat yang dilimpahkan-Nya. Untuk terlebih dulu melihat di bawah sana, di pinggiran sana, banyak saudaramu yang lebih keras dalam perjuangannya di dunia ini.

Semoga kita termasuk hamba-Nya yang selalu bersyukur dan tak pernah digolongkan menjadi hamba-Nya yang kufur, aamiin yaa rabbal alamin .. :')



Saturday, September 1, 2012

Ini Rangkaianku untuk Sang Pemerhati Umat


Ada sosok dengan kesepenuh hati kudamba
Ada berbagai ajaran untuk dituruti
Ada banyak cinta disebar
Semua ada karenamu ..

Wahai pemulia segala yang terhinakan
Wahai pencerah segala yang sempat terpadamkan
Wahai pelurus segala yang penuh ketidakpastian
Semua ini karenamu ..

Segala ummat penghuni jagat tak akan ada yang mampu menandingimu
Setengahnya engkau pun tak akan pernah ada
Kemurah-hatianmu,
kesabaranmu di tengah makian dan hinaan,
kesehajaan pesona akhlakmu,
berseri paras dan elok fisikmu,
serta segala yang menyelimuti engkau wahai penggelora nafas Islam

Ah ..
Untaian jalinan kata tak cukup mengurai sepenuhnya dirimu
Aku pun hanya mengenalmu lewat kisah dan untaian ayat cinta-Nya
Tak pernah aku jumpa ..

Tapi rasanya itulah yang menyulut kerinduan ini
Ketiadaan hadirmu kini menjadi alasan
Alasan rindu ingin berjumpa engkau yang selalu mengingat kami, umatmu ..

Maaf jika kesepenuh waktuku tak habis dengan membela ajaranmu
Maaf jika aku tak bisa menjadi semaksimal umat dambaanmu
Aku hanya berusaha
Tertatih pada usahaku membela agama ini yang aku tahu tak semaksimal dirimu

Andai bisa aku bertatap denganmu
Aku kan bercerita banyak hal mengenai carut-marut umatmu kini
Ingin sedih ini kusandarkan pada bidangnya pundakmu
Ingin aku bertanya apa yang perlu aku usahakan
Karena hadir sosokmu pasti membuat segalanya tercerahkan
Setiap umat butuh engkau wahai sosok penuh rahmat Illahi ..
Hadirlah di jamanku ini,
di massa semua selalu abu-abu tanpa kehadiranmu
Wahai penyampai wahyu Illahi
Muhammad kebangganku ..

_by me

Wednesday, August 29, 2012

Akulah Aku, Satu-Satunya

Ini adalah cerita pribadi dan tentu nyata. Dibuat jujur waktu ada tugas kuliah, hehe ..
Diminta menuliskan pengalaman pribadi dengan konsep paragraf naratif, terbuatlah cerita ini :)
Sengaja diposting kembali, agar bisa diambil hikmah dari cerita ini, happy reading :)

Akulah Aku, Satu-Satunya

Inilah aku, anak tunggal dari pasangan saling berkasih sayang yang kupanggil "mamah" dan "bapak". Besar sekali harapku untuk mendapat seorang adik yang akan meramaikan hari-hari keluarga kecilku. Ternyata Tuhan mendengar harap hamba-Nya ini. Suatu siang yang terik, kudapati kabar bahwa ibuku positif dinyatakan mengandung dua bulan. Aku terpana dan membuncah rasa bahagiaku mendengar kabar itu. Sejak saat itu, kumulai beritahukan kabar gembira ini kepada rekan-rekan, sanak saudara, juga tak lupa tetanggaku bahwa seorang Isna akan memiliki adik yang sudah sangat lama dinanti. Telah berlalu satu bulan hari-hariku diiringi dengan harap akan datangnya calon adikku itu. Ibu serta ayahku pun tak lupa untuk menyumbangkan rasa bahagia ini dengan mulai mempersiapkan segala kebutuhan datangnya buah hati mereka yang baru. Namun, Tuhan berkehendak lain.

Ternyata rasa bahagia ini hadir hanya sementara. Suatu sore yang melelahkan ketika baru saja aku pulang dari rutinitas sekolah menengah pertamaku, ibuku tertidur sangat lemas di kasur. Aku tak mengerti mengapa, beliau meringkih lesu. Kudekati dan kudengar sebuah kalimat pilu terucap darinya, beliau berkata “neng, maafin mamah yaaa…?” Aku tak tahu harus membalas dengan berkata apa, yang aku tahu ibuku butuh aku untuk tetap menemani di dekatnya. Aku sudah berperasaan bahwa ada yang tidak beres dengan kondisi kehamilan ibuku tapi ketika itu aku tetap optimis dan meyakinkan diri bahwa beliau baik-baik saja. Selang beberapa menit, tak mengerti dikarenakan apa, ibuku merasakan ada sesuatu yang menyentak dalam kandungannya. Beliau memintaku untuk membantunya memapah ke kamar kecil. Sesampainya di kamar kecil ibuku menangis meringkih tak berdaya. Lalu keluar lagi ucapan dari bibir perempuan yang paling kusayangi itu, “neng, maafin mamah yaaa…?” 


Isakku tertumpah ketika aku melihat suatu pemandangan yang sungguh menyayat hatiku. Ada beberapa gumpalan berwarna merah yang kulihat di lantai disertai dengan darah yang terus mengalir dari pahanya. Seketika itu aku panik disertai tangis yang terus terisak. Aku segera mencari bantuan, kupanggil beberapa tetangga dekat rumah untuk datang melihat kondisi ibuku kini. Semua panik menjadi-jadi, lalu mereka menelepon rumah sakit untuk meminta bantuan. Digiringnya ibuku untuk masuk ke dalam mobil. Aku tak kuasa melihat pemandangan itu, kutelepon segera ayahku ke kantornya, kuceritakan dengan penuh haru. Segera aku dan beberapa tetanggaku bergegas menuju rumah sakit membawa ibuku yang apabila kau melihat, mungkin akan tersayat hatimu kelu, sebagaimana aku saat itu.

Ibuku dilarikan ke unit gawat darurat, segala pertolongan medis menghampirinya. Aku diam membisu tak kuasa menahan sedih saat itu. Yang bisa kulakukan hanya mencoba tetap optimis bahwa “mamah ga akan kenapa-kenapa, mamah dan adikku akan baik-baik saja”. Ternyata Tuhan sungguh berkehendak lain dengan segala ke-Maha-Tahu-an-Nya, aku kehilangan adikku untuk selamanya. Adik yang sejak lama kunanti kini tak akan kunjung hadir mengisi canda-tawa di rumahku.

Ketika mengunjungi ibuku yang sudah selesai melakukan operasi kiretnya, kucoba tuk menahan tangis yang sudah terbendung penuh di dalam hati. Kucoba hadirkan senyum di hadapan orang tuaku tuk perlihatkan “tak usah khawatirkan aku”. Kugenggam tangan ibuku yang lembut itu, kurasakan sesalnya dalam raut jelas di wajahnya. Kemudian dia kembali berkata, “neng maafin mamah yaaa..? Ga bisa jaga kandungan mamah dengan baik, jadinya kamu ga bisa punya adek, mamah yang salah" . Tangisku tak kuasa tertumpah. Kupeluk erat sosoknya. “Ga apa-apa mah, udah kuasa Allah harus begitu, neng terima, yang penting mamah ga kenapa-kenapa, neng juga salah ga jagain mamah dengan baik, udah ya mah”. Ruangan salah satu kamar di rumah sakit Krakatau Steel itu mengharu-biru. Ada pemandangan yang mungkin kau tak akan kuasa menahan sedihmu.

Harapku dan kedua orangtuaku lenyaplah sudah. Ternyata Tuhan menjawab do’a kami dengan kehendak lain. Mungkin aku memang harus rasakan kasih sayang kedua orang tuaku sendirian. Mungkin akulah yang hanya satu-satunya harus terperhatikan oleh kedua orang tuaku. Apapun itu tetap aku syukuri kehendak-Nya dengan keseluruh tulusku. Tuhan pastilah ingin tunjukkan banyak hal dari kejadian itu. Kini akulah aku, satu-satunya. 


Bait Simpulan

Mungkin aku memang tak seberuntung kalian ..
Kalian yang bisa rasakan manisnya rasa bergurau dengan saudara di rumah ..
Mungkin aku tak seberuntung kalian ..
Yang walaupun kadang ada amarah terasa dengan adik atau kakak ..
Tapi setidaknya itulah warna yang mengisi kekosongan di rumah ..
Dan kusadari ..
Kalian pun juga tak seberuntung diriku ..
Aku yang miliki semua kasih sayang orang tuaku ..
Aku yang rasakan sepenuhnya dekap hangat orang tuaku ..
Aku satu-satunya yang mampu alihkan perhatian mereka ..
Tak ada yang lain yang perlu mengganggu kehangatan kami ..
Aku tak bisa rasakan jadi seberuntung kalian ..
Kalian pun tak bisa rasakan jadi seberuntung diriku ..

Sungguh ..
Adil bukan?
Itulah kuasaNYA ..
Karunia dari Sang Maha Adil ..
Allahku .. juga Allahmu ..
Allah kita .. :')


Saturday, August 18, 2012

Hadiah Lagi untuk Indonesia

Ada hadiah baru lagi untuk Indonesia, artwork dari suami saya yang memang hobi desain dan sebagai persembahan dari ulang tahun ke-2 bisnis yang dikelolanya. Bolehlah yaa ditampilin di blog istrinya sendiri :D

Semoga semangat membara sang merah selalu menggelora di rasa cinta rakyatnya.
Semoga kesucian sang putih yang terimplikasi sebagai kejujuran tertanam di perilaku para pemegang kekuasaannya.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ini profile si empunya desain ini, mari bersilaturahmi:
http://www.facebook.com/dikaihsankreatif

Kumpulan Status Kemerdekaan

Hari Kemerdekaan Indonesia ke-67 kemarin, saya buat beberapa status kemerdekaan di Facebook.
Ini kumpulannya, itung-itung buat dokumentasi, hehe...
Ambil manfaat dan hikmahnya jikalau perlu, monggo...

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kutipan kalimat dari film Merah Putih:
"mas mu ini laki-laki, bukan laki-laki kalau tidak berjuang untuk negaranya"

Yang laki, yuk mariiiiii ...
Stop ngomentarin pemerintah, berusaha berpartisipasi di awal usia 67 tahun Indonesia :)

#statuskemerdekaan1

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Seperti banyak yang sudah mengalami atau sekadar menyimak, belakangan ini Indonesia MASIH DIJAJAH.
Bukan lagi dari segi wilayah atau kekuasaan tapi dari segi daya pikir rakyatnya yang diserang agar terus melemah dan menyimpang (dalam Qur'an dikenal "ghozul fikr")

Oleh karena itu, kita-kita ini masih bisa jadi PEJUANG KEMERDEKAAN.
Berjuang dari modal DAYA PIKIR, bisa dari ide, karya, bakat yang diasah, atau sekedar berbagi pemikiran bermanfaat.

Yuk sama-sama jadi pejuang untuk Indonesia yang dijajah daya pikirnya ini, maaarrriiiiii .. 

#statuskemerdekaan

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Soekarno berkata:
"Beri aku sepuluh pemuda yang membara cintanya kepada Tanah Air dan aku akan mengguncang dunia!”

Kalau Bung Karno masih memimpin negeri, mau kah kita menjadi salah satunya? 
Insya Allah kalau bukan Bung Karno yang mimpin pun kita berusaha menjadi salah satu pemuda itu :)

#statuskemerdekaan3

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Bagaimana cara agar bisa berjuang untuk Indonesia?

Cara pertama harus CINTA dulu sama negeri ini.
Biarlah punya banyak kekurangan tapi bukankah kalau mencintai sesuatu kita harus bisa menerima kekurangannya?
Insya Allah dengan kelebihan yang kita miliki, kekurangan yang ada pada Indonesia bisa kita LENGKAPI :)

#statuskemerdekaan4

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


Targetnya mau buat 17 status kemerdekaan, ceritanya sesuai sama tanggal Hari Merdeka Indonesia.
Berhubung sorenya diajak suami jalan-jalan trus langsung mudik, gagal sudah :D

Thursday, August 16, 2012

Hadiah Kecil untuk Indonesia

Ini puisi mengenang kemerdekaan Indonesia.
Saya tulis udah lama, tahun 2009 yang lalu tapi masih disimpen di file pribadi.
Sekarang saya coba publish deh :D
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Banggaku

Negeri yang katanya pertiwi ini adalah KATAKU ..
Negeri yang katanya mashyur permai ini adalah NYANYIANKU ..
Negeri yang katanya satu nusa satu bangsa ini adalah SERUANKU ..
Ya .. kata-kataku ..

Aku tak ingin pernah menyesal lahir di Indonesia ini ..
Dimana nadiku kutaruhkan untuk berdetak mengikuti irama negeri ini ..
Untuk apa penyesalan itu?
Hanya akan membawa malapetaka yang berlebih lagi ..

Aku bersyukur kutumbuhkan seluruh jiwa dan ragaku di negeri ini ..
Tidak perlu kuharap ku tumbuh di Negara-negara berkembang pada masa ini ..
Tidak perlu ku bisa semaju orang-orang di negeri antah barantah itu ..
Negera-negara yang tak bangga kumelihatnya ..
Negara-negara dimana kebebasan disalah-artikan ..
Dimana kebebasan yang katanya adalah hak setiap orang justru malah membawa kebinasaan ..
Tak perlu aku bangga ..
Kemajuan merekapun aku yakin pasti ada mundurnya ..
Seperti negeriku yang memang sekarang atau tahun-tahun belakangan sedang bergerak mundur kuyakin kan tiba saatnya tahun-tahun ke depan negeriku akan maju .. melebihi mereka ..
Karna begitulah sejatinya yang terjadi dalam hidup ..
Tak kan berjalan kita tanpa roda yang bergerak memutar ..
Karna begitulah hidup mengajarkan kita untuk tetap bangkit bergerak ..
 
***
Hadiah kecil untuk Indonesia yang sekarang sudah berusia 67 tahun, dirgahayu Indesiaku, Indonesia kamu, Indonesia mereka, kita semua :)

Belajar dari Seniman Bis Kota


Perjalanan pulang ke Bogor sekitar 3 bulan yang lalu terasa beda. Harusnya waktu itu ditemani suami tapi dia pulang duluan karena saya harus “kerja” dulu, nemuin tim bisnis saya di Serang. Setelah asyik diskusi sama tim bisnis yang ternyata juga punya usaha restoran pempek, berlanjutlah saya menuju terminal Serang.

Perjalanan semakin dibuat beda karena kini tak lagi ada pengamen dengan dayuan lirik cinta dan petikan gitarnya. Laju bis menuju Bogor kini ditemani dengan seorang seniman yang berkisah tentang 3 pengembara. Well, I very appreciated his performance, great. Si seniman berdialog tunggal dengan 4 suara berbeda, di akhir kisah dia sampaikan berbagai hikmah yang jempolan. Sayang ga ada fotonya, uhuhuu...

Salut banget sama seniman yang satu ini, bisa tampil beda. Dia bisa manfaatin potensi untuk berbagi kebaikan, saya lihat penumpang yang lain di bis juga khusyu ngedengerin dia bertutur. Saya ambil hikmah dari dia, mengingatkan saya akan sebuah ayat Qur’an yang bunyinya:

“... dan orang-orang yang yang mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat dan menasehati supaya menetapi kesabaran.”

Indahnya bila di dunia banyak orang saling menasehati dalam kebaikan. Yuk kita sering-sering saling mengingatkan dan memberi nasehat dalam kebaikan dari yang paling simple, dari yang paling mudah, dari yang paling kita bisa :)

Wednesday, May 9, 2012

Facebook dan Pemanfaatannya

Bukanlah hal yang aneh lagi apabila penduduk Indonesia memiliki account profile di situs jejaring facebook. Mulai dari para siswa sekolahan, mahasiswa, pengusaha, pegawai, atau bahkan sampai para pensiunan bisa dipastikan sebagian besar dari mereka sudah mendaftarkan dirinya di situs jejaring facebook. Hal ini membuktikan akan kebutuhan manusia untuk berkomunikasi dengan sesamanya.
Setiap individu memang tidak bisa lepas untuk saling melakukan komunikasi dengan individu lainnya. Kini adanya facebook semakin mempermudah keinginan manusia tersebut. Kita tak harus datang ke tempat lawan bicara kita. Cukup duduk di depan komputer atau memegang media komunikasi telepon genggam, kita sudah dapat berkomunikasi dengan orang lain antar wilayah atau bahkan antar negara. Bukan pemandangan yang aneh lagi apabila ada seseorang yang sedang duduk di depan layar monitor dengan tampilan situs jejaring facebook ini. Bahkan kini tampilan facebook-lah yang mewarnai layar-layar komputer di berbagai warung internet.
Saat ini, bahkan ada beberapa orang yang mengatakan bahwa dirinya tidak bisa berhenti untuk menggunakan situs pertemanan yang satu ini. Mungkin dilihat dari minat akan internet, ternyata penduduk Indonesia sudah banyak yang dapat memanfaatkan penggunaan dari media komunikasi elektronik internet. Tapi dilihat dari sisi kemajuan akan moral bangsa Indonesia, apakah femomena ini merupakan suatu kemajuan? Sayangnya justru sebaliknya.
   Fakta lain yang terjadi akibat adanya situs pertemanan facebook adalah bahwa ternyata bangsa Indonesia yang menggunakan facebook adalah seorang pribadi yang sangat sering mengeluh. Hal ini dapat dilihat dari content yang disediakan facebook, yaitu status update, banyak terlihat kebanyakan para penggunanya menuliskan statusnya dengan isian akan keluhan-keluhannya. Tak mengerti mengapa gemar sekali para pengguna facebook ini untuk selalu menuliskan keluhannya. Mulai dari keluhan akan harinya, nasibnya, pekerjaannya, atau bahkan hal-hal kecil lain disekitarnya dan berbagai kejadian lainnya. Ternyata memang dilihat dari sisi psikologis setiap individu memerlukan suatu tempat untuknya agar bisa mengeluhkan setiap kejadian yang terjadi disekitarnya. Tapi apakah perlu untuk meng-update-nya setiap hari dan bahkan setiap menit?  Sungguh hal ini adalah diluar kebermanfaatan dan hanya akan membuat kita teringat akan hal-hal buruk akan setiap kejadian. Bukankah sejatinya setiap individu mempunyai tempat bersandar yang tepat akan setiap keluhannya? Tak lain dan tak bukan adalah Tuhan Penciptanya. Tapi rasanya hal ini banyak tidak disadari oleh para pengguna facebook.
Ada lagi suatu kemunduran yang disebabkan oleh situs femomenal facebook ini, yaitu menjadikan individu penggunanya banyak menghabiskan waktu luang untuk hal yang terbilang sia-sia dengan sekedar berkomunikasi atau mengobrol dengan sesamanya lewat media elekronik ini. Bukankah membaca atau beribadah lebih bermanfaat untuk mengisi waktu luang kita? Alih-alih kita menghabiskan waktu kita untuk duduk berjam-jam di depan layar monitor untuk sekedar mengobrol atu bersenda gurau dengan orang lain lewat salah satu content komunikasi lewat facebook, yaitu chat. Sungguh suatu harapan besar rasanya melihat penduduk Indonesia lebih memilih menghabiskan waktu luangnya untuk membaca. Namun, hal ini jauh dari harapan yang bisa diwujudkan apabila para penduduk Indonesia tetap memilih bersenda gurau lewat situs facebook.
Setiap individu memang sejatinya tidak bisa dihindari untuk tidak saling berkomunikasi. Tapi kitapun harus dapat meninjau, apakah bermanfaat lebih memilih sekedar mengobrol lewat content chat facebook dengan beribadah misalnya? Sungguh manusia memang diciptakan untuk sering lalai dari mengingat kepada Tuhannya. Suatu harapan yang tak terkira bagi saya demi melihat penduduk Indonesia lebih menggunakan waktunya untuk hal-hal yang bermanfaat. Facebook memang sangat bermanfaat untuk berkomunikasi dengan kawan lama, tapi kita pun harus dapat meninggalkan hal-hal kesia-siaan yang bisa ditimbulkan dari penggunaan situs ini. Semoga kita termasuk golongan manusia yang bisa memanfaatkan setiap waktu yang terlewat setiap detiknya.





last edited 9/05/2012
by me, isnawati
be my friend @ http://www.facebook.com/profile.php?id=1434021171