Friday, June 16, 2017

Membiasakan Berkomunikasi Produktif

Alhamdulillah sudah di hari terakhir masa "tantangan10hari" untuk menerapkan ilmu komunikasi produktif.

Di laporan terakhir kali ini saya akan membuat semacam resume keseluruhan praktek yang telah saya lakukan.

Kalau yang dari saya simpulkan, kaidah-kaidah yang diberikan untuk diterapkan sebetulnya harus di-mix&match, misalnya kaidah clear & clarify juga harus memperhatikan kaidah choose the right time. Tapi dengan praktek bertahap yang dianjurkan, kita jadi bisa menguasai tiap kaidah satu-persatu hingga bisa menerapkan keseluruhannya.

Dengan menerapkan komunikasi produktif ini, saya sangat merasakan bahwa pesan yang disampaikan bisa dengan mudah tersalurkan dan waktu serta tenaga yang dibutuhkan untuk menyampaikannya jadi sangat efisien. Saya pun merasa lebih tenang dan damai dengan praktek komunikasi produktif ini dan lawan bicara saya pun jadi sangat mudah diajak berkoordinasi, Alhamdulillah :)

Tentunya saya harus terus belajar, praktek, evaluasi, belajar, praktek, evaluasi, begituuu terus agar ilmu ini benar-benar bisa melekat di tiap saya ingin menyampaikan pesan pada orang lain terutama pasangan dan anak.

Alhamdulillah bisa meneruskan "studi" menjadi Ibu Profesional di tahap Bunda Sayang, dari sejak Matrikulasi, ilmunya memang sangat bermanfaat dan tiap tugas yang diberikan jadi memacu diri untuk langsung mempraktekkannya :)

#day10
#level1
#tantangan10hari
#komunikasi produktif
#kelasiipbundasayang

Thursday, June 15, 2017

Games Komunikasi Produktif Day 9

- Objek: Anak (1tahun 10bulan)

- Kaidah: Mengganti perintah dengan pilihan

- Moment: Saat anak malas/mogok makan

- Praktek & Hasil: Kaidah ini sebetulnya sudah beberapa kali saya terapkan sebelum mendapat teori komunikasi produktif. Saat pagi dan sore, saya menyuapi ihsan sambil mengajaknya bermain diluar rumah, ketika dia menolak disuapi, saya berikan pilihan, "ihsan kalau masih mau main makan ya, kalau ga mau makan, kita masuk rumah aja". Diberitahu begitu ihsan bisa langsung menurut disuapi daripada saya perintahkan meminta dia membuka mulut. Atau beberapa kali sebelum kami keluar rumah, saya sudah berikan pilihan, "ihsan mau main diluar kan? Sambil makan yaa, kalau ga mau makan berarti kita di rumah saja". Dengan kaidah intonasi suara ramah, cara ini jadi sangat efektif diterapkan, Alhamdulillah :)

#day9
#level1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kelasiipbundasayang

Wednesday, June 14, 2017

Games Komunikasi Produktif Day 8

- Objek: Anak (1tahun 10bulan)

- Kaidah: Melanjutkan penerapan seperti di day 7

- Moment: Saat ihsan berusaha menutup pintu mushola sendiri dan saat dia sedang bermain puzzle

- Praktek & Hasil: Saat menutup pintu mushola, ihsan kesulitan, saya semangati terus dan dia mau terus mencoba sendiri walau pada akhirnya saya yang tutupkan karena memang secara tenaga dia belum bisa. Saat bermain puzzle ihsan juga serius mencoba mencocokkan rangkaian puzzle yang dia mainkan sambil saya semangati, "ayo ihsan bisa, sedikit lagi, coba dibalik puzzlenya, pasti bisa" :)

#day7
#level1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kelasiipbundasayang

Tuesday, June 13, 2017

Games Komunikasi Produktif Day 7

- Objek: Anak (1tahun 10bulan)

- Kaidah: Setelah Alhamdulillah berhasil mempraktekkan 2 kaidah sebelumnya, kini saya menambah 1 kaidah lagi yaitu mengganti tidak bisa jadi BISA

- Moment: Saat anak memakai sendal dan turun dari sepedanya sendiri

- Praktek: Ihsan biasanya kalau sedang kesulitan memakai/melepas sesuatu sendiri akan merengek minta dibantu. Saya kadang langsung bantu, tapi dengan menerapkan komunikasi produktif, saya menyemangati saja mengatakan, "ihsan bisa kok pakai sendiri, ayo dicoba lagi, pasti bisa", sambil benada ramah.

- Hasil: Alhamdulillah ihsan sambil saya semangati terus mencoba lagi dan akhirnya dia berhasil memakai sendal dan turun dari sepedanya sendiri, seterusnya pun sekarang tanpa disemangati dia bisa melakukannya sendiri, Alhamdulillah :)

#day7
#level1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kelasiipbundasayang

Sunday, June 11, 2017

Games Komunikasi Produktif Day 6

- Objek: Anak (1 tahun 10 bulan)

- Kaidah: Mengatakan apa yang kita mau dan meneruskan menerapkan kaidah intonasi suara ramah

- Moment: Mengondisikan anak saat ikut acara bukber Shafa Community dari berangkat saat zuhur sampai pulang selepas maghrib

- Praktek & Hasil: Alhamdulillah lagi-lagi efek komunikasi produktif ini sangat terasa. Ihsan jadi mudah diajak kondusif saat acara berlangsung maupun saat di perjalanan, walau namanya anak kecil inginnya kesana kemari mengeksplor banyak hal tapi bila diberi tahu dengan nada ramah, Ihsan cepat menurut, Alhamdulillah :)

*Note:
Sebetulnya ini praktek waktu hari Minggu tanggal 11 Juni 2017, tapi karena habis pulang bukber ternyata saya lupa menulis laporan, jadi saya setor di hari berikutnya (Senin).

#day6
#level1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kelasiipbundasayang

Saturday, June 10, 2017

Games Komunikasi Produktif Day 5

Bismillah...

Laporan kali ini saya buat tidak memakai narasi lagi. Agar efisien, saya akan buat perpoin :)

- Objek: Pasangan

- Moment: Saat memberitahu pasangan ada yang (menurut saya) salah dengan tata cara salah satu rukun ibadah

- Kaidah: Menentukan waktu yang tepat saat berbicara

- Praktek: Menunggu suami sudah selesai makan, sudah dalam posisi santai, lalu berbicara dengan menggabung kaidah clear & clarify yang sudah dipraktekkan sebelumnya

- Hasil: Suami menerima "kritikan" saya walau di awal juga sempat mengklarifikasi, tapi kemudian saya ajak diskusi lagi tata cara yang benar

#level1
#day5
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kelasiipbundasayang

Friday, June 9, 2017

Fokus Mengatakan Apa yang Kita Mau

Melanjutkan kembali games seru dari Kelas Bunda Sayang, hari ini saya menambah poin kaidah komunikasi produktif pada anak yaitu mengatakan bukan yang kita mau tapi mengatakan apa yang kita mau.

Kaidah sebelumnya tetap saya pakai dan Alhamdulillah saya sudah merasakan efeknya dan Insyaa Allah bisa terus menerapkannya, maka saya menambah 1 lagi fokus kaidah komunikasi produktif lainnya.

Tadi pagi ketika saya sedang memotong apel untuk ihsan, dia mengambil pisau yang sedang saya gunakan. Ibu mana yang tidak khawatir melihat anaknya memegang benda berbahaya. Tapi, saya coba tetap tenang, saya amati dia sebetulnya hanya ingin mencoba meniru saya memotong apel. Lalu, perlahan saya katakan dengan mencoba intonasi seramah mungkin: "ihsan, bunda mau ihsan kembalikan pisaunya ya". Awalnya dia tidak mau, saya coba terus sampai akhirnya perhatiannya harus saya alihkan.

Berlanjut seharian ini saya coba terus berfokus melarang dengan kalimat apa yang mau kita inginkan pada anak. Alhamdulillah terbilang berhasil dengan tentunya tetap menjaga intonasi suara ramah seperti kaidah sebelumnya :)

#level1
#day4
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Thursday, June 8, 2017

Memahami Cara Bekerja Otak Anak

Alhamdulillah memasuki Day 3 dari Games Level 1 kelas bunda sayang kali ini benar-benar membuat saya sebagai Ibu bisa merasakan efek positif dari materi yang telah diberikan :)

Hari ini komunikasi produktif saya masih terfokus pada anak dengan menerapkan salah satu kaidah yaitu berusaha mengelola emosi dan menjaga intonasi ramah saat berbicara.

Saya memberi judul "Memahami Cara Bekerja Otak Anak" ini karena sebetulnya teori bagaimana otak anak bekerja itu sudah saya pernah dapatkan. Lalu dengan materi komunikasi produktif dari Kelas Bunda Sayang, saya seperti menemukan "how to" secara teknis pelaksanaannya, Alhamdulillah :)

Menurut beberapa ahli neuro-sience, otak anak itu baru bisa bekerja untuk paham dan taat akan suatu hal apabila kondisi otak anak sedang rileks, misal saat menjelang tidur atau sedang ceria. Tentunya keadaan tersebut bertolak belakang dengan kondisi saat anak dibentak/dimahari dimana saat itu yang bekerja pada otak anak adalah "fungsi alarm". Pada kondisi ini, memang anak bisa patuh secara instan saat dimarahi karena alarm otaknya sedang bekerja akan suatu ancaman, jadi ya karena takut dia mau tidak mau langsung menuruti.

Nah, komunikasi produktif dengan kaidah mengelola emosi dan berintonasi ramah saat berbicara pada anak itu adalah cara agar anak tetap berada pada rentang rileks dan ceria tanpa terancam. Dengan cara ini saat kita memahamkan anak, akan lebih awet tertanamnya, mungkin tidak seinstan saat kita langsung memarahinya, tapi dengan cara ini, anak di kemudian waktu akan ingat.

Yang saya alami seharian ini memang benar adanya. Ihsan saat sedang diberitahu dengan nada ramah dan saya sambil tersenyum atau bercanda, dia malah lebih cepat menurut dibanding sebelumnya saya sentak karena misalnya ada suatu bahaya yang harus saya beritahu.

Efeknya pun untuk saya pribadi, jadi benar-benar lebih damai dan less energy alias jadi sangat santai menghadapi anak, Alhamdulillah :)

#level1
#day3
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Wednesday, June 7, 2017

Membenahi Komunikasi dengan Anak

Hari ini masuk tantangan hari ke-2 "games" dari Kelas Bunda Sayang.

Saya memfokuskan perbaikan komunikasi kepada anak dan Alhamdulillah efeknya wow sekali :)

Kaidah yang saya terapkan hari ini berfokus pada menjaga intonasi suara dengan suara ramah saat berkomunikasi dengan anak.

Seharian ini saya berupaya menjaga emosi saat berbicara pada anak agar tertangkap tenang dan ramah.

Efeknya Masyaa Allah Barakallah, anak saya lebih mudah menurut dan saya pun melalui hari dengan sangat tenang karena sangat minim drama melarang-larang dengan intonasi tinggi atau meminta anak mengerjakan sesuatu dengan nada "gemas" :D

Misalnya saat ihsan ingin main diluar dan karena dia sudah bisa buka pintu sendiri, dia mulai membuka kunci.
Biasanya saya langsung melarang dengan intonasi agak tinggi berhubung pintu rumah kami bertipe hidrolik yang kalau tidak sampai mentok dibuka, bisa berbalik lagi dan menyebabkan orang yang di belakangnya bisa terbentur :(
Tapi tadi pagi, saya segera pegang tangannya lembut agar menghentikan dia membuka kunci, lalu saya sampaikan ihsan mainnya di dalam rumah aja yaa.. Hehehe.. (Sambil saya menyeringai mencoba tersenyum).
Ihsan pun balas menyeringai sedikit tertawa lalu langsung berbalik masuk ke dalam dan dia pun melanjutkan bermain di dalam rumah, Alhamdulillah sangat kondusif sekali :)

#level1
#day2
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Tuesday, June 6, 2017

Tantangan 10 Hari Bunda Sayang Day 1

Alhamdulillah setelah lulus kelas Matrikulasi Ibu Profesional, saya kini melanjutkan "studi" berikutnya yaitu kelas Bunda Sayang :)

Seperti biasa ada tugas yang disebut tantangan atau games di kelas ini dan tugas kali ini bertema Komunikasi Produktif (KP).

Langsung saya cerita tantangan hari pertama ya.

~KP pada Pasangan~

Poin atau kaidah yang saya fokuskan pertama adalah kaidah clear and clarify, kenapa?
Karena saya sadar suami saya dengan sifat alamiah gender kelelakiannya dan juga karena karakternya yang koleris, membawanya pada dunia "intinya apa" :D

Awal menikah, saya ini kalau menyampaikan sesuatu sering pakai basa-basi, maklum yaa namanya wanita yang cenderung senang cerita.. Hehe..

Maka, saya ingin menyesuaikan "gaya" Komunikasi suami saya yang ingin segala sesuatunya jelas dan inti pembicaraannya tersampaikan.

Hari pertama saya awali dengan pembicaraan seputar anak kami yang sudah saya planning ikut konsultasi tumbuh kembang di RS Hermina.

Saya masih ragu dan ingin menanyakan pendapat suami saya, maka saya susun pertanyaan yang jelas dan sambil melihat waktu yang tepat saat menyampaikan.

Alhamdulillah pesannya tersampaikan dan saya mendapat jawaban yang juga jelas dari suami.

Efeknya saya jadi tenang dan pembicaraan pun tidak perlu berbelit-belit, cukup beberapa menit percakapan selesai dengan pesan yang didapat Insyaa Allah dengan baik, Alhamdulillah :)

#level1
#day1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip