Wednesday, August 29, 2012

Akulah Aku, Satu-Satunya

Ini adalah cerita pribadi dan tentu nyata. Dibuat jujur waktu ada tugas kuliah, hehe ..
Diminta menuliskan pengalaman pribadi dengan konsep paragraf naratif, terbuatlah cerita ini :)
Sengaja diposting kembali, agar bisa diambil hikmah dari cerita ini, happy reading :)

Akulah Aku, Satu-Satunya

Inilah aku, anak tunggal dari pasangan saling berkasih sayang yang kupanggil "mamah" dan "bapak". Besar sekali harapku untuk mendapat seorang adik yang akan meramaikan hari-hari keluarga kecilku. Ternyata Tuhan mendengar harap hamba-Nya ini. Suatu siang yang terik, kudapati kabar bahwa ibuku positif dinyatakan mengandung dua bulan. Aku terpana dan membuncah rasa bahagiaku mendengar kabar itu. Sejak saat itu, kumulai beritahukan kabar gembira ini kepada rekan-rekan, sanak saudara, juga tak lupa tetanggaku bahwa seorang Isna akan memiliki adik yang sudah sangat lama dinanti. Telah berlalu satu bulan hari-hariku diiringi dengan harap akan datangnya calon adikku itu. Ibu serta ayahku pun tak lupa untuk menyumbangkan rasa bahagia ini dengan mulai mempersiapkan segala kebutuhan datangnya buah hati mereka yang baru. Namun, Tuhan berkehendak lain.

Ternyata rasa bahagia ini hadir hanya sementara. Suatu sore yang melelahkan ketika baru saja aku pulang dari rutinitas sekolah menengah pertamaku, ibuku tertidur sangat lemas di kasur. Aku tak mengerti mengapa, beliau meringkih lesu. Kudekati dan kudengar sebuah kalimat pilu terucap darinya, beliau berkata “neng, maafin mamah yaaa…?” Aku tak tahu harus membalas dengan berkata apa, yang aku tahu ibuku butuh aku untuk tetap menemani di dekatnya. Aku sudah berperasaan bahwa ada yang tidak beres dengan kondisi kehamilan ibuku tapi ketika itu aku tetap optimis dan meyakinkan diri bahwa beliau baik-baik saja. Selang beberapa menit, tak mengerti dikarenakan apa, ibuku merasakan ada sesuatu yang menyentak dalam kandungannya. Beliau memintaku untuk membantunya memapah ke kamar kecil. Sesampainya di kamar kecil ibuku menangis meringkih tak berdaya. Lalu keluar lagi ucapan dari bibir perempuan yang paling kusayangi itu, “neng, maafin mamah yaaa…?” 


Isakku tertumpah ketika aku melihat suatu pemandangan yang sungguh menyayat hatiku. Ada beberapa gumpalan berwarna merah yang kulihat di lantai disertai dengan darah yang terus mengalir dari pahanya. Seketika itu aku panik disertai tangis yang terus terisak. Aku segera mencari bantuan, kupanggil beberapa tetangga dekat rumah untuk datang melihat kondisi ibuku kini. Semua panik menjadi-jadi, lalu mereka menelepon rumah sakit untuk meminta bantuan. Digiringnya ibuku untuk masuk ke dalam mobil. Aku tak kuasa melihat pemandangan itu, kutelepon segera ayahku ke kantornya, kuceritakan dengan penuh haru. Segera aku dan beberapa tetanggaku bergegas menuju rumah sakit membawa ibuku yang apabila kau melihat, mungkin akan tersayat hatimu kelu, sebagaimana aku saat itu.

Ibuku dilarikan ke unit gawat darurat, segala pertolongan medis menghampirinya. Aku diam membisu tak kuasa menahan sedih saat itu. Yang bisa kulakukan hanya mencoba tetap optimis bahwa “mamah ga akan kenapa-kenapa, mamah dan adikku akan baik-baik saja”. Ternyata Tuhan sungguh berkehendak lain dengan segala ke-Maha-Tahu-an-Nya, aku kehilangan adikku untuk selamanya. Adik yang sejak lama kunanti kini tak akan kunjung hadir mengisi canda-tawa di rumahku.

Ketika mengunjungi ibuku yang sudah selesai melakukan operasi kiretnya, kucoba tuk menahan tangis yang sudah terbendung penuh di dalam hati. Kucoba hadirkan senyum di hadapan orang tuaku tuk perlihatkan “tak usah khawatirkan aku”. Kugenggam tangan ibuku yang lembut itu, kurasakan sesalnya dalam raut jelas di wajahnya. Kemudian dia kembali berkata, “neng maafin mamah yaaa..? Ga bisa jaga kandungan mamah dengan baik, jadinya kamu ga bisa punya adek, mamah yang salah" . Tangisku tak kuasa tertumpah. Kupeluk erat sosoknya. “Ga apa-apa mah, udah kuasa Allah harus begitu, neng terima, yang penting mamah ga kenapa-kenapa, neng juga salah ga jagain mamah dengan baik, udah ya mah”. Ruangan salah satu kamar di rumah sakit Krakatau Steel itu mengharu-biru. Ada pemandangan yang mungkin kau tak akan kuasa menahan sedihmu.

Harapku dan kedua orangtuaku lenyaplah sudah. Ternyata Tuhan menjawab do’a kami dengan kehendak lain. Mungkin aku memang harus rasakan kasih sayang kedua orang tuaku sendirian. Mungkin akulah yang hanya satu-satunya harus terperhatikan oleh kedua orang tuaku. Apapun itu tetap aku syukuri kehendak-Nya dengan keseluruh tulusku. Tuhan pastilah ingin tunjukkan banyak hal dari kejadian itu. Kini akulah aku, satu-satunya. 


Bait Simpulan

Mungkin aku memang tak seberuntung kalian ..
Kalian yang bisa rasakan manisnya rasa bergurau dengan saudara di rumah ..
Mungkin aku tak seberuntung kalian ..
Yang walaupun kadang ada amarah terasa dengan adik atau kakak ..
Tapi setidaknya itulah warna yang mengisi kekosongan di rumah ..
Dan kusadari ..
Kalian pun juga tak seberuntung diriku ..
Aku yang miliki semua kasih sayang orang tuaku ..
Aku yang rasakan sepenuhnya dekap hangat orang tuaku ..
Aku satu-satunya yang mampu alihkan perhatian mereka ..
Tak ada yang lain yang perlu mengganggu kehangatan kami ..
Aku tak bisa rasakan jadi seberuntung kalian ..
Kalian pun tak bisa rasakan jadi seberuntung diriku ..

Sungguh ..
Adil bukan?
Itulah kuasaNYA ..
Karunia dari Sang Maha Adil ..
Allahku .. juga Allahmu ..
Allah kita .. :')


Saturday, August 18, 2012

Hadiah Lagi untuk Indonesia

Ada hadiah baru lagi untuk Indonesia, artwork dari suami saya yang memang hobi desain dan sebagai persembahan dari ulang tahun ke-2 bisnis yang dikelolanya. Bolehlah yaa ditampilin di blog istrinya sendiri :D

Semoga semangat membara sang merah selalu menggelora di rasa cinta rakyatnya.
Semoga kesucian sang putih yang terimplikasi sebagai kejujuran tertanam di perilaku para pemegang kekuasaannya.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ini profile si empunya desain ini, mari bersilaturahmi:
http://www.facebook.com/dikaihsankreatif

Kumpulan Status Kemerdekaan

Hari Kemerdekaan Indonesia ke-67 kemarin, saya buat beberapa status kemerdekaan di Facebook.
Ini kumpulannya, itung-itung buat dokumentasi, hehe...
Ambil manfaat dan hikmahnya jikalau perlu, monggo...

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kutipan kalimat dari film Merah Putih:
"mas mu ini laki-laki, bukan laki-laki kalau tidak berjuang untuk negaranya"

Yang laki, yuk mariiiiii ...
Stop ngomentarin pemerintah, berusaha berpartisipasi di awal usia 67 tahun Indonesia :)

#statuskemerdekaan1

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Seperti banyak yang sudah mengalami atau sekadar menyimak, belakangan ini Indonesia MASIH DIJAJAH.
Bukan lagi dari segi wilayah atau kekuasaan tapi dari segi daya pikir rakyatnya yang diserang agar terus melemah dan menyimpang (dalam Qur'an dikenal "ghozul fikr")

Oleh karena itu, kita-kita ini masih bisa jadi PEJUANG KEMERDEKAAN.
Berjuang dari modal DAYA PIKIR, bisa dari ide, karya, bakat yang diasah, atau sekedar berbagi pemikiran bermanfaat.

Yuk sama-sama jadi pejuang untuk Indonesia yang dijajah daya pikirnya ini, maaarrriiiiii .. 

#statuskemerdekaan

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Soekarno berkata:
"Beri aku sepuluh pemuda yang membara cintanya kepada Tanah Air dan aku akan mengguncang dunia!”

Kalau Bung Karno masih memimpin negeri, mau kah kita menjadi salah satunya? 
Insya Allah kalau bukan Bung Karno yang mimpin pun kita berusaha menjadi salah satu pemuda itu :)

#statuskemerdekaan3

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Bagaimana cara agar bisa berjuang untuk Indonesia?

Cara pertama harus CINTA dulu sama negeri ini.
Biarlah punya banyak kekurangan tapi bukankah kalau mencintai sesuatu kita harus bisa menerima kekurangannya?
Insya Allah dengan kelebihan yang kita miliki, kekurangan yang ada pada Indonesia bisa kita LENGKAPI :)

#statuskemerdekaan4

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


Targetnya mau buat 17 status kemerdekaan, ceritanya sesuai sama tanggal Hari Merdeka Indonesia.
Berhubung sorenya diajak suami jalan-jalan trus langsung mudik, gagal sudah :D

Thursday, August 16, 2012

Hadiah Kecil untuk Indonesia

Ini puisi mengenang kemerdekaan Indonesia.
Saya tulis udah lama, tahun 2009 yang lalu tapi masih disimpen di file pribadi.
Sekarang saya coba publish deh :D
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Banggaku

Negeri yang katanya pertiwi ini adalah KATAKU ..
Negeri yang katanya mashyur permai ini adalah NYANYIANKU ..
Negeri yang katanya satu nusa satu bangsa ini adalah SERUANKU ..
Ya .. kata-kataku ..

Aku tak ingin pernah menyesal lahir di Indonesia ini ..
Dimana nadiku kutaruhkan untuk berdetak mengikuti irama negeri ini ..
Untuk apa penyesalan itu?
Hanya akan membawa malapetaka yang berlebih lagi ..

Aku bersyukur kutumbuhkan seluruh jiwa dan ragaku di negeri ini ..
Tidak perlu kuharap ku tumbuh di Negara-negara berkembang pada masa ini ..
Tidak perlu ku bisa semaju orang-orang di negeri antah barantah itu ..
Negera-negara yang tak bangga kumelihatnya ..
Negara-negara dimana kebebasan disalah-artikan ..
Dimana kebebasan yang katanya adalah hak setiap orang justru malah membawa kebinasaan ..
Tak perlu aku bangga ..
Kemajuan merekapun aku yakin pasti ada mundurnya ..
Seperti negeriku yang memang sekarang atau tahun-tahun belakangan sedang bergerak mundur kuyakin kan tiba saatnya tahun-tahun ke depan negeriku akan maju .. melebihi mereka ..
Karna begitulah sejatinya yang terjadi dalam hidup ..
Tak kan berjalan kita tanpa roda yang bergerak memutar ..
Karna begitulah hidup mengajarkan kita untuk tetap bangkit bergerak ..
 
***
Hadiah kecil untuk Indonesia yang sekarang sudah berusia 67 tahun, dirgahayu Indesiaku, Indonesia kamu, Indonesia mereka, kita semua :)

Belajar dari Seniman Bis Kota


Perjalanan pulang ke Bogor sekitar 3 bulan yang lalu terasa beda. Harusnya waktu itu ditemani suami tapi dia pulang duluan karena saya harus “kerja” dulu, nemuin tim bisnis saya di Serang. Setelah asyik diskusi sama tim bisnis yang ternyata juga punya usaha restoran pempek, berlanjutlah saya menuju terminal Serang.

Perjalanan semakin dibuat beda karena kini tak lagi ada pengamen dengan dayuan lirik cinta dan petikan gitarnya. Laju bis menuju Bogor kini ditemani dengan seorang seniman yang berkisah tentang 3 pengembara. Well, I very appreciated his performance, great. Si seniman berdialog tunggal dengan 4 suara berbeda, di akhir kisah dia sampaikan berbagai hikmah yang jempolan. Sayang ga ada fotonya, uhuhuu...

Salut banget sama seniman yang satu ini, bisa tampil beda. Dia bisa manfaatin potensi untuk berbagi kebaikan, saya lihat penumpang yang lain di bis juga khusyu ngedengerin dia bertutur. Saya ambil hikmah dari dia, mengingatkan saya akan sebuah ayat Qur’an yang bunyinya:

“... dan orang-orang yang yang mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat dan menasehati supaya menetapi kesabaran.”

Indahnya bila di dunia banyak orang saling menasehati dalam kebaikan. Yuk kita sering-sering saling mengingatkan dan memberi nasehat dalam kebaikan dari yang paling simple, dari yang paling mudah, dari yang paling kita bisa :)