Thursday, August 16, 2012

Belajar dari Seniman Bis Kota


Perjalanan pulang ke Bogor sekitar 3 bulan yang lalu terasa beda. Harusnya waktu itu ditemani suami tapi dia pulang duluan karena saya harus “kerja” dulu, nemuin tim bisnis saya di Serang. Setelah asyik diskusi sama tim bisnis yang ternyata juga punya usaha restoran pempek, berlanjutlah saya menuju terminal Serang.

Perjalanan semakin dibuat beda karena kini tak lagi ada pengamen dengan dayuan lirik cinta dan petikan gitarnya. Laju bis menuju Bogor kini ditemani dengan seorang seniman yang berkisah tentang 3 pengembara. Well, I very appreciated his performance, great. Si seniman berdialog tunggal dengan 4 suara berbeda, di akhir kisah dia sampaikan berbagai hikmah yang jempolan. Sayang ga ada fotonya, uhuhuu...

Salut banget sama seniman yang satu ini, bisa tampil beda. Dia bisa manfaatin potensi untuk berbagi kebaikan, saya lihat penumpang yang lain di bis juga khusyu ngedengerin dia bertutur. Saya ambil hikmah dari dia, mengingatkan saya akan sebuah ayat Qur’an yang bunyinya:

“... dan orang-orang yang yang mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat dan menasehati supaya menetapi kesabaran.”

Indahnya bila di dunia banyak orang saling menasehati dalam kebaikan. Yuk kita sering-sering saling mengingatkan dan memberi nasehat dalam kebaikan dari yang paling simple, dari yang paling mudah, dari yang paling kita bisa :)

No comments:

Post a Comment