Kembali berkutat dengan Nice Homework dari Matrikulasi Ibu Profesional yang kali ini tugasnya membuat "wooww" dan respon aduhai dari para ibu-ibu :D
Intinya tugas kali ini menemukan potensi dan peran masing-masing anggota keluarga dan apa peran keluarga kita untuk lingkungan.
Nah, yang membuat aduhai itu saat kita menemukan potensi ayah alias suami, kita harus buat dalam bentuk surat cinta, uhh lalaaaa...
Nah, saya akan membahas potensi dan peran ini dalam konsep psikologi karakter yang sudah sangat lama saya pahami + praktekkan yaitu teori 4 tipe karakter koleris-plegmatis-sanguin-melankolis.
Walau masih banyak teori karakter lainnya, tapi yang ini yang menurut saya it suit me well.
Bermulai dari potensi suami saya si koleris yang memang sudah lahiriah berbakat jadi pemimpin.
Eitss.. Bahasan suaminya udah saya buat ke dalam surat cinta yang lebih baik tidak saya post disini, malu buk ibuk hihiii...
Lanjut ke anggota keluarga berikutnya yaitu saya sendiri, si plegmatis yang menyukai kedamaian ^^
Sepertinya memang karena jiwa damai yang sudah terinstal di diri saya yang membuat saya bisa mengontrol emosi, baik itu amarah atau rasa senang agar tidak terekspos berlebihan.
Jadinya ya bawaan saya cenderung tenang/kalem.
Sifat damai ini juga banyak bermanfaat dalam rumah tangga, dimana ketika bersitegang dengan suami, saya bisa membuang gengsi untuk minta maaf terlebih dulu.
Saat menghadapi anak juga saya cenderung bisa tenang saat anak sakit atau saat dia bertingkah "seru" yang kebanyakan ibu biasanya jadi panik, tau kan yaa buk ibuk tingkah anak batita :D
Kedamaian itu juga sangat terasa agar saya bisa sering bersyukur, bisa menerima apa adanya, melihat kelebihan dibalik kejadian buruk, Alhamdulillah...
Dan yang paling terasa karena dengan kelebihan karakter plegmatis ini jadi bisa melengkapi kekurangan suami dengan karakter "cepat panas" kolerisnya ^^
Sangat bersyukur kami bisa jadi pasangan yang memang alamiahnya menutup kekurangan masing-masing dengan kelebihan karakter kami, tabarakallah..
Lanjut ke potensi anak.
Berhubung anak saya, Ihsan Azfar Hudzaifa baru berumur 18 bulan saat tulisan ini dibuat tentunya saya belum bisa melihat jelas apa potensi dan bakatnya.
Tapi secara karakter saya sudah menduga dari sikap-sikapnya selama ini kalau dia itu berkarakter melankolis.
Pernah dengar ungkapan kalau anak batita itu hobi ngacak rumah?
Nah anak saya ini kebalikannya, dia sangat hobi berbenah dan mengembalikan sesuatu pada tempatnya, mengurangi kerempongan ibunya Alhamdulillah ^^
Pernah waktu dia nangis sedang kesal, sudah meraung-raung, tapi tetap menaruh barang ke tempat semula atau lagi nangis begitu masih ingat pintu kamar mandi harus ditutup rapat atau botol minum jatuh dia berdirikan lagi dan berbagai bibit "perfeksionis" lain yang dia lakukan, cekikikan saya lihatnya :D
Kalau memang Ihsan benar berkarakter melankolis seperti yang saya prediksikan maka Alhamdulillah sesuatu sekali berarti keluarga kami benar-benar will be complementary each other.
Kenapa saya bilang begitu?
Karena side character saya dan suami itu sama-sama sanguin, jadi bila Ihsan benar melankolis, wah Tabarakallah, semua karakter ada dalam 1 keluarga :)
Hal ini yang membuat saya harus optimis dan berusaha menjadikan keluarga kami bisa bekerjasama melakukan berbagai project kebaikan untuk ummat.
Saya dan suami sama-sama bervisi untuk memaksimalkan potensi kami agar bisa berkontribusi bagi kebaikan sesama dan Insyaa Allah akan kami mulai dari dalam keluarga menebar manfaat ke lingkungan, Bismillah...
No comments:
Post a Comment